101 Pernik Tentang Kota Malang

101 Pernik Tentang Kota Malang

Ngalamers, tanggal 1 April ini, Kota Malang genap berusia 101 Tahun, dan tahun ini bertemakan 101 Tahun Kota Malang Menuju Kota Inovatif, Kreatif dan Bermartabat.

Dengan tema ini, Kota Malang diharapkan bisa menghasilkan solusi dan gagasan, banyak ide-ide positif yang muncul demi pembangunan di Kota Malang. Selain itu, menajadikan Kota Malang yang aman, tertib, bersih, dan asri, dimana masyarakat Kota Malang adalah masyarakat yang mandiri, makmur, sejahtera, terdidik dan berbudaya, serta memiliki nilai religiusitas yang tinggi dilandasi dengan sikap toleransi terhadap perbedaan-perbedaan yang ada di tengah-tengah masyarakat.

Di ulang tahun yang ke 101 ini, tim Halomalang sudah merangkum 101 pernik tentang Kota Malang, yang siapa tahu sebagian Ngalamers belum tahu. Yukss

101. Listrik pertama kali masuk Malang pada tahun 1926 melalui perusahaan bernama ANIEM (Algemene Nerderlandsche Indische Electriciteit Maatschappij). Kantornya sampai sekarang dapat dilihat di Jl Kayutangan, yaitu kantor PLN.

100. Arti Malangkuçeçwara yang tertulis di lambang Kota Malang yaitu:

  • Mala berarti sesuatu yang kotor, kecurangan, kepalsuan, atau bathil
  • Angkuca berarti menghancurkan atau membinasakan
  • Icwara berarti Tuhan
  • Secara keseluruhan berarti Tuhan Menghancurkan Yang Bathil

99. Arti warna logo Kota Malang:

  • Merah Putih adalah lambang bendera Indonesia
  • Kuning adalah keluhuran dan kebesaran
  • Hijau adalah kesuburan
  • Biru Muda adalah kesetiaan pada Tuhan, Negara, dan Bangsa
  • Segilima berbentuk perisai bermakna semangat perjuangan kepahlawanan, kondisi geografis, pegunungan, serta semangat membangun untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila

98. [Tahukah Ngalamers] Bakso Pak Soeparman, yang biasa di panggil dengan sapaan Pak Man adalah Pioner Bakso Bakar di Malang. Ide awal pembuatan bakso bakar yang terletak di depan SMPN 2 dan Jl. Diponegoro No. 19 A ini, saat insiden seorang karyawannya membakar sampah hasil sisa bakso yang berada di depan warungnya dan menghirup wangi yang sangat khas. Dan sejak itu dia mempraktekkan membakar bakso dan menjualnya.

97. Konon, Ken Dedes lahir di Desa Panawijen yang sekarang lebih dikenal dengan nama Polowijen. Sang ratu Singosari pun, menurut legenda, dikabarkan moksa (menghilang) di sumur sedalam 18 meter yang terdapat di area ini. Tempat menghilangnya Ken Dedes tersebut dinamakan Sumur Windhu yang berada di sisi selatan TPU Polowijen.

96. Hingga 2015, Kota Malang terdiri atas lima kecamatan, yaitu: Kedungkandang, Sukun, Klojen, Blimbing, Lowokwaru

95. Perumahan Sawojajar merupakan salah satu perumahan terbesar di Asia Tenggara. Perumahan ini terbagi menjadi 2, yaitu Sawojajar I dan II

94. Aneka mie khas Malang dengan namanya yang unik dengan memiliki satu kesamaan citarasa yang diunggulkan, yakni pedas. Seperti Mie Setan, Mie Iblis, Dapoer Mie Galau, Mie Buto Ijo, Mie Panda, Mie Jogging, Mie Tomcat, Mie Kepo, Mie Serdadu

93. Dwi Cahyono adalah Pendiri Museum Malang Tempo Doeloe yang terletak di Jalan Gajahmada nomor 2 Kota Malang (Belakang Balaikota Malang)

92. Susan Soewono adalah pemilik dari Istana boneka yang memulai bisnis kreatif pembuatan boneka pada tahun 2000 yang awalnya bertempat di minimarket Simpang Borobudur dan Istana Boneka memiliki lisensi Disney.

91. Kwikku, jejaring sosial lokal kreasi Mahasiswa Jurusan Teknik Informatika (TI) Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) UIN Maliki Malang. Aplikasi ini telah menyabet dua penghargaan sekaligus dalam ajang Cakrawala Award  kategori mahasiswa  Best Five dan Best of the Best Cakrawala Award, bertempat di Green City Mall Surabaya (30/5/2014).

90. Munir Said Thalib atau lebih dikenal dengan Munir, adalah tokoh pejuang HAM kelahiran Kota Malang, 8 Desember 1965.

89. Sanggar Asmoro Bangun Pertahankan Warisan Budaya openg Malangan.

88. Ijen Boulevard dibangun pada masa pemerintahan walikota Ir EA Voonerman (1923-1933), dengan dibantu oleh Ir. Herman Thomas Karsten.

87. Dulu, sebelum masa kolonial, Malang merupakan sebuah daerah berbentuk Kerajaan yang dipimpin oleh Raja Gajayana dengan pusat pemerintahan di Dinoyo.

86. Stasiun Malang Kotalama adalah stasiun kereta api paling tua di Kota Malang yang dibangun pada tahun 1879.

85. Sedangkan, Stasiun Malang Kotabaru dibangun pada tahun 1941 berdasarkan karya J. van der Eb.

84. Stadion Gajayana merupakan salah satu stadion tertua di Indonesia. Stadion ini mulai di bangun pada tahun 1924 dan selesai pada tahun 1926. Dan Stadion terbesar se-Asia pada tahun 1926.

 

83. Sekitar tahun 1911 – 1916 wabah penyakit pes pernah melanda Kota Malang. Pada 1914, wabah pes mencapai puncaknya dengan lebih dari 15.000 orang meninggal dunia di Malang.

82. Malang Plaza merupakan pertokoan modern pertama di Kota Malang yang dibangun pada 1980-an.

81. Museum Brawijaya yang terletak di Jl. Ijen No. 25 Malang diresmikan pada tanggal 04 Mei 1968 oleh Kolonel Pur. Dr. Soewondo. Satu lagi koleksi yang menjadi ikon Museum Brawijaya adalah Gerbong Maut yang menjadi saksi bisu meninggalnya 88 pejuang yang diangkut dari Bondowoso menuju Surabaya.

80. Di masa kolonial, kota Malang dibangun dengan pola tata ruang kota terbaik dan sering dijuluki ‘Zwitserland van Java’.

79. Nama Kota Malang berasal dari nama sebuah candi, yaitu Malang Kucecwara. Nama candi tersebut sekarang menjadi moto kota Malang. Malang Kucecwara artinya “Tuhan menghancurkan yang batil, menegakkan yang benar”. Kata “Malang” dalam bahasa jawa juga berarti “Menghalangi”. Kata tersebut muncul karena keberanian rakyat Malang dalam menghadapi serangan Kerajaan Mataram pada tahun 1614.

78. ‘Zwembad’ atau familiar dengan sebutan ‘Slembat’ adalah salah satu kolam renang tertua di Kota Malang yang berdiri sejak jaman kolonial Belanda. Saat ini wajah asli ‘Zwembad’ telah hilang sama sekali, berganti menjadi kompleks olahraga Stadion Gajayana, pusat bisnis, dan perhotelan dalam satu kawasan.

77. Monumen Sejarah Perjuangan KNIP di depan Sarinah Plaza adalah salah satu monumen bersejarah yang jarang dikenal warga Kota Malang sendiri. Diresmikan pada Mei 1992, di lokasi ini pernah menjadi lokasi Sidang Pleno KNIP pada 1947, membahas pentingnya Perjanjian Linggarjati. Presiden Soekarno dan Wakilnya Muhammad Hatta turut mengadiri sidang ini.

76. Pada tahun 1968, Karyadi, penderita lumpuh polio, melakukan perjalanan merangkak terpanjang, yakni dari Malang ke Jakarta (sekitar 924km).

75. Nama daerah Kayutangan karena dahulu ada petunjuk jalan yang terbuat dari kayu jika terkena sinar cahaya matahari petunjuk kayu tersebut membentuk bayangan tangan.

74. Monumen Adipura yang berada di Jalan Semeru dibuat karena kota Malang sudah 5 kali mendapat penghargaan adipura.

73. Monumen Seroja yang berada di Jalan Ijen dibuat oleh Sekolah Tentara Suropati, dan dibangun untuk mengenang jasa para pahlawan.

72. Patung yang ada di simpang balapan adalah tokoh pejuang Hamid Rusdi, nama beliau juga dipakai untuk nama terminal di kota Malang.

71. Malang City Tour adalah Bus pariwisata pertama di Malang yang beroperasi bulan Februari 2015. Bus ini siap membawa wisatawan berkeliling Kota Malang pada hari Sabtu dan Minggu.

70. Semenjak lahir pada 1914, Kota Malang telah memiliki 21 walikota. Yaitu: F.L. Broekveldt, J.J. Coert, H.I. Bussemaker, Ir. E.A. Voorneman, Ir. P.K.W. Lakeman, J.H. Boerstra, I. Raden Adipati Ario Sam, Mr. Soewarso Tirtowijogo, M. Sardjono Wiryohardjono, Amidarto, R. Soehari Hadinoto, Koesno Soeroatmodjo, Kol. M. Ng. Soedarto, Kol. R. Indra Soedarmadji, Kol. Soegiyono, Drs. Soeprapto, dr. H. Tom Uripan N, SH, H. M. Soesamto, Kol. Inf. H Suyitno, Drs. Peni Suparto, M.AP, dan H. Muhammad Anton.

69. Sejarah boso walikan dimulai pada saat jaman perjuangan Gerilya Rakyat Kota (GRK). Para pejuang pada saat itu menggunakan boso walikan sebagai alat komunikasi antar sesama pejuang serta sebagai identitas untuk mengenali lawan maupun kawan.

68. Kompeni Belanda pertama kali memasuki wilayah Malang pada 1767. Dan pada 1821 kedudukan pemerintah Belanda di pusatkan di sekitar kali Brantas.

67. Selain bakso, orem-orem juga merupakan makanan khas Malang. Masakan ini terdiri dari irisan tempe dengan kuah santan, dipadu dengan potongan ayam, tauge dan disajikan dengan ketupat atau lontong.

66. Angsle dan Ronde merupakan minuman khas Malang yang cocok dinikmati saat malam hari. Salah satu warung yang menyajikan kedua minuman ini adalah Ronde Titoni yang berdiri 1948. Warung ini terletak di Jl. Zainul Arifin, dekat Malang Plaza.

65. Sri Rahaju Djatimurti Rita Hanafie salah satu tokoh kenanggaan kota Malang sebagai mantan Karateka Andalan Malang dan Indonesia.

 

64. Alun-alun Tugu dibangun oleh Gubernur Pemerintah Hindia Belanda pada masa pemerintahan Guberbur Jenderal Jaan Pieter Zoen Coen, dan masihlah sederhana berupa taman terbuka tanpa ada tugu dan tanpa dibatasi pagar. Setahun setelah kemerdekaan Indonesia hasil KMB di Den Haag tepatnya 17 Agustus 1946, diletakkan batu pertama pertanda dibangunnya Monumen Tugu yang ditandangani oleh Mr. Soekarno dan A.G. Suroto.

63.  Ngalamers pasti kenal dengan tokoh satu ini kan Yuli Sumpil, Beliau adalah dirijen Kebanggaan Aremania.

62. Kurnia Meiga Hermansyah, Kiper Andalan Arema dan Timnas Indonesia.

61. Nama Arema sudah ada sejak masa Kerajaan Singosari, pada masa tersebut terdapat Patih Kebo Arema yang hidup pada masa pemerintahan Raja Kertanegara. Patih Kebo Arema menguasai Selat Malaka, namun sayang sepak terjang Patih Kebo Arema tidak tercatat di buku-buku sejarah Kerajaan Singosari. Pada tahun 80-an munculah istilah Arema yang merupakan kepanjangan dari “Arek Malang”.

60. Toko Oen yang terletak di dekat Alun-Alun Kota Malang, ternyata sudah ada sejak jaman Penjajahan Belanda pada tahun 1930. Toko Oen dikenal dengan ice creamnya.

59. Sejak didirikan pada 1955, Depot Soto Ayam Lombok sudah banyak dikenal masyarakat dengan cita rasanya yang khas. Soto Lombok nampak berwarna keruh kecoklatan, agak kental. Penyajiannya sendiri terdiri atas nasi dengan potongan kentang rebus, telur bebek rebus, mie su’un, irisan kubis segar, taoge, potongan daging ayam kemudian ditaburi koyah.

58. Warung Lama H. Ridwan sangat dikenal masyarakat Malang akan citarasanya yang legendaris, Ngalamers. Seperti namanya, Warung Lama H. Ridwan ini memang sudah ada sejak lama, yakni sejak jaman sebelum kemerdekaan Indonesia dari tahun 1919.

57. Taman Merbabu berada di Jl. Merbabu, Kota Malang, dekat dengan daerah Ijen luasnya mencapai 3.942 m2. Fasilitas tersebut di antaranya, lapangan futsal mini, jogging track, arena olahraga lansia, arena bermain anak berpasir, taman bacaan, serta pedestrian untuk difabel.

56. Salah satu lagi taman kota Malang Taman berada di depan Stasiun Malang yang dulu kumuh dan gelap sekarang telah menjadi cantik, Ngalamers. Taman Bentoel Trunojoyo terdiri dari dua bagian, yaitu Taman Trunojoyo Bagian Utara dan Taman Trunojoyo Bagian Selatan. Taman bagian utara dilengkapi dengan fasilitas bermain, kesehatan, dan juga taman belajar bagi masyarakat. Taman Trunojoyo Bagian Selatan memiliki fasilitas berupa food court yang menyediakan banyak pilihan menu. Ada pula arena Teater Terbuka berbentuk lingkaran yang dilengkapi tempat duduk bagi penonton.

55. Taman Singha Merjosari berlokasi di Jl. Mertojoyo Selatan, berlokasi di depan Pasar Merjosari, Ngalamers bisa menemukan berbagai fasilitas, diantaranya gazebo, are foot theraphy, zona tanaman langka, jogging track, playground, sawah edukasi, dan lain sebagainya.

54. ‘No Mans Land’ adalah band pengusung Skinhead/Oi! Punk asal Kota Malang, veteran Punk ini merilis Split dengan Surgery Without Research (Anarcho Punk dari Inggris) dan The Young Boots (Skinhead dari Malang). Split ini dirilis oleh label asal Belanda, Aggrobeat Records dalam bentuk vinyl.

53. Kecamatan Ampelgading, Sentra Kambing Perah Terbesar di Indonesia

52. Batik Malang memang belum sepopuler batik yang ada di daerah Jawa, namun keindahaan Batik Malang tidak kalah bagusnya dengan batik yang ada di daerah lain karena memiliki corak batik tersendiri yang khas dan unik. Sesuai data peninggalan sejarah Kerajaan Singhasari dan Majapahit, motif hias batik telah dipakai oleh para raja dan permaisuri, serta terukir pada relief patung di kompleks candi yang ada di kota Malang. Dari kenyataan ini membuktikan bahwa keberadaan batik di Kota Malang telah ada sebelum tahun 1900-an.

51. Mike Ragnar adalah Kreator Burger Raksasa Dari Malang.

50. Kali pertama lambang Kota Malang ada pada 7 Juni 1937, berupa perisai berwarna biru dengan mahkota kuning emas berdasar merah di bawahnya sedang dibawa oleh dua ekor singa. Ada pita yang menjuntai yang berbunyi: Malang Nominor Sursum Moveor, artinya Malang Namaku Maju Tujuanku.

49. Pada 30 Oktober 1951 bentuk lambangnya kota Malang, berupa burung Garuda berwarna kuning emas yang membentangkan sayapnya. Di dadanya tergantung sebuah perisai berwarna hijau yang berlukiskan Tugu dengan untaian padi dan kapas, harimau, dan bunga teratai putih yang berkembang. Di bawah telapak kaki harimau ada pita yang berjuntai dengan semboyan ’Malang Namaku Maju Tujuanku’.

48. Ketika kota Malang merayakan hari ulang tahunnya yang ke-50 pada tanggal 1 April 1964, Lambang kota Malang berubah menjadi : “Malangkucecwara”. Semboyan baru ini diusulkan oleh almarhum Prof. Dr. R. Ng. Poerbatjaraka, karena kata tersebut sangat erat hubungannya dengan asal-usul kota Malang yang pada masa Ken Arok kira-kira 7 abad yang lampau telah menjadi nama dari tempat di sekitar atau dekat candi yang bernama Malangkucecwara.

47. 14 Juli 1970 lambang yang baru muncul berupa bersudut lima dengan warna merah putih. Dasar perisai berwarna hijau. Bintang bersudut lima berwarna kuning. Monumen Tugu di tengah berwarna biru serta pita putih dengan semboyan ’Malangkucecwara’.

46. Stadion Universitas Muhammadiyah Malang yang memang merupakan fasilitas kampus Universitas Muhammadiyah Malang, tetapi masyarakat umum pun bisa menggunakan stadion ini. Letak Stadion Universitas Muhammadiyah Malang yaitu di Jl. Raya Tlogomas, tepatnya di area timur Universitas Muhammadiyah Malang Kampus III. Stadion ini mulai digunakan sejak 1998 dan bisa menampung hingga 2000 orang.

45. Stadion Universitas Negeri Malang, stadion milik Universitas Negeri Malang (UM) ini juga terletak di area kampus UM, yaitu di Jl. Surabaya no. 6, Malang. Stadion ini telah menjadi saksi mata dari beberapa event penting, mulai dari Festival Jajanan Bango hingga menjadi tempat latihan klub kebanggaan warga Malang, Arema. Stadion UM yang berkapasitas maksimal 2000 orang ini baru beroperasi sejak tahun 2008.

44. Malang sebagai Kota Pendidikan mendapat julukan tersebut karena banyaknya fasilitas pendidikan yang memadai dan suasana kota Malang yang tenang, menjadikkannya sangat cocok untuk belajar atau menempuh pendidikan.

43. Malang juga sebagai Kota Pelajar, setelah mengantongi julukan sebagai “Kota Pendidikan”, wajar kiranya jika predikat “Kota Pelajar” diberikan pula kepada Malang. Karena di kota Malang sedikitnya ada lima universitas negeri seperti Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang, Universitas Islam Malang, Politeknik Negeri Malang, Politeknik Negeri Kesehatan Malang dan puluhan Perguruan Tinggi Swasta yang dimiliki Malang. Fakta tersebutlah yang menjadikan Malang banyak didatangi para pelajar dari berbagai pulau bahkan negara luar Indonesia untuk mengais pendidikan yang lebih baik di sini.

42. Siapapun Ngalamers yang berkunjung ke Malang dan tengah melakukan diet, sebaiknya mengurungkan niatannya. Banyak sekali aneka makanan khas Malang, kuliner dari berbagai daerah di Nusantara, bahkan sampai kuliner kelas Internasional bisa ditemukan di sini. Dari bakso, mie, nasi goreng, soto, steak, kopi, ice cream, Italian food, Chinese food, Seafood, dan varian makanan lainnya yang sudah sangat dikenal dan digemari masyarakat luas ada di Malang. Inilah alasan banyak pemburu kuliner sering berkunjung ke Malang dan kemudian menyebutnya sebagai “Kota Kuliner”.

41. Menurut informasi yang HaloMalang lansir dari wikipedia, julukan “Kota Bunga” ini diberikan kepada Malang karena cita-cita yang merebak di hati setiap warga kota senantiasa menyemarakkan sudut kota Malang hingga di tiap jengkal tanah warga dihiasi dengan warna-warni bunga.

40. Malang juga dikatakan sebagai “Kota Sejarah”, karena Malang menyimpan misteri embrio tumbuhnya kerajaan-kerajaan besar seperti Tumapel, Kanjuruhan, Singosari, Kediri (Dhoho), Mojopahit, Demak dan Mataram. Di kota Malang juga terukir awal kemerdekaan Republik Indonesia.

39. Malang juga terpilih sebagai Kota Kesatrian/Kota Militer, sebab di kota ini banyak didirikan tempat pelatihan militer, asrama dan mess perwira di sekitar lapangan Rampal. Sekarang ini, di Malang juga sudah ada pabrik amunisi, senjata dan  kendaraan tempur, Pindad, di Turen, Kabupaten Malang.

38. Pada 1930-an muncul bioskop yang pertama di Malang, yaitu Rex dan Alhambra. Bioskop Rex terletak di Jl. Merdeka Timur (Gedung CIMB Niaga) sedangkan Bioskop Alhambra terletak di Jl. KH Agus Salim (sekarang Carrefour/Mitra 1).

37. Banyak lahirnya bibit-bibit olahragawan yang berasal dari Malang, yang paling terkenal dengan olah raga sepak bolanya yakni Arema dan Persema. Terbukti dengan berdirinya 2 team sepak bola seperti Persema dan Arema tersebut, Malang kini tampil dengan prestasi di bidang olahraga yang sangat baik di tingkat regional maupun nasional. Ditambah lagi supporter fanatik dan atraktif seperti Laskar Ken Arok serta Aremania yang senantiasa selalu mendukung perjuangan para tim tersebut untuk bertanding.

36. Soto Basket sudah mulai berjualan sejak tahun 1955, Ngalamers. Tampilan soto basket dengan potongan daging yang besar-besar dan kuah sotonya yang berlimpah, memang sungguh sangat menggugah selera. Ngalamers bisa menemukan kelezatan citarasa soto basket dengan harga merakyat tersebut di Jalan Pasar Besar Malang, Jalan Panglima Sudirman, dan Jalan Mojopahit.

35. Febrian Nur Vianti, Wakili Malang Ikuti World Muslimah 2013, Dengan terpilihnya Febrian Nur Vianti atau yang biasa di panggil Fia ke dalam 20 semifinal World Muslimah 2013, menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi Kota Malang.

34. Pasar Loak Comboran yang terletak di Jl. Profesor Mohammad Yamin dikenal sebagai pasar dengan produk-produk barang bekas terbesar di Malang. Di sanalah aneka barang kebutuhan bisa ditemukan dengan harga dijamin super miring!

33. Keripik Tempe yang menjadi oleh-oleh khas Malang kebanyakan dibuat di Sentra Tempe Sanan yang berlokasi di Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing. Selain kripik tempe dengan aneka rasa, Sentra Tempe Sanan juga memproduksi keripik buah, souvenir, kaos, dan oleh-oleh lainnya.

32. Mau cari buku murah atau buku lama? Coba datang ke Pasar Buku Wilis terletak di Jalan Simpang Wilis. Disini Ngalamers bisa membeli aneka buku bekas maupun baru dengan harga sedikit lebih murah dari toko buku besar.

31. Megengan, suatu tradisi berbagi makanan (slametan) menjelang bulan puasa yang banyak dilakukan masyarakat Malang ternyata merupakan akulturasi budaya dari Kerajaan Islam Demak yang masuk ke Malang melalui Pacitan dan Blitar. Selain nasi berkat, kue apem merupakan makanan yang wajib ada saat megengan.

30. Kelenteng Eng An Kiong yang terletak di Jl. Martadinata dibangun pada tahun 1825. Rumah peribadatan untuk umat Tri Darma (Konghucu, Tao dan Budha Mahayana) ini merupakan peninggalan dari turunan ketujuh Jendral Dinasti Ming. Eng An Kiong berarti “Istana keselamatan dalam keabadian Tuhan”.

29. Batik Tulis Celaket yang merupakan batik khas Malang menggunakan warna yang tidak lazim digunakan oleh batik. Batik Celaket berani memakai warna tabrakan hijau muda, biru, oranye, merah dan violet. Pada awal kemunculannya Batik Celaket menuai hujatan dari pakar perbatikan karena pilihan warnanya yang dianggap menyalahi pakem.

28. Ngalamers yang ingin mengetahui lebih dalam tentang rokok Bentoel bisa mengunjungi Museum Bentoel yang berlokasi di Jalan Wiromargo 32 Malang (sekitaran Pasar Besar). Di museum ini Ngalamers bisa melihat kronologi rokok Bentoel yang berdiri sejak 1910 hingga sekarang. Museum Bentoel buka tiap hari Selasa-Minggu mulai pukul 08.00 hingga 15.00.

27. Sebagai kota besar Kota Malang terlibat dalam berbagai peristiwa bersejarah yang terjadi di Indonesia. Untuk menandai peristiwa tersebut dibuat berbagai monumen dan tugu peringatan. Monumen Tugu Malang yang berlokasi Jalan Tugu, Monumen Adipura berada di Jalan Semeru, Monumen TGP (Tentara Genie Pelajar) di Jalan Semeru, Monumen Pesawat MIG-17 Fresco yang berperan dalam Operasi Trikora berada di Jalan Soekarno-Hatta, sesuai dengan nama jalannya Monumen Pahlawan TRIP berada di Jalan Pahalwan TRIP, Monumen Juang lokasi di Jalan Kertanegara, monumen Hamid Rusdi yang menjadi simbol Simpang Balapan, Monumen Panglima Sudirman berada di depan SMPN 5 Malang, Monumen yang baru dibangun monumen Singo Edan berlokasi di Taman Bentoel Trunojoyo, Monumen Arema tepatnya berada di Jalan Lembang, Monumen KNIP Malang berada di depan Mall Sarinah, Monumen Melati (Monumen Kadet Suropati) yang berada di depan Museum Brawijaya Malang, Monumen Chairil Anwar adanya di Jalan Basuki Rahmat (Kayutangan), dan yang paling bersejarah Monumen Patung Ken Dedes yang berada di gerbang masuk Kota Malang di sebelah utara.

26. Ngalamers pasti sudah tidak asing dengan Gedung Graha Cakra Hotel kan, ternyata Hotel tersebut merupakan salah satu gedung peninggalan masa kolonial Belanda yang dibangun di kawasan perumahan elit di Taman Cerme (dulu dikenal sebagai Tjermeplein) Kota Malang. Hotel yang masih mempertahankan arsitektur asli yang dibangun tahun 1935 oleh arsitek Ir. W. Mulder dari dinas Pekerjaan Umum Kota Malang.

25. Hotel Pelangi ternyata merupakan salah satu hotel tertua yang masih berdiri di Kota Malang dan sampai sekarang tetap beroperasi dengan baik Ngalamers. Hotel Pelangi yang dahulu bernama Palace Hotel, didirikan pada tahun 1915 di Aloon-aloon Kidoel No.3 (kini Jl. Merdeka Selatan) Malang.  Dan sampai saat ini di dalamnya masih terjaga keasliannya mulai dari bentuk lantai, plafon, dan tegel-tegel dinding melukiskan pemandangan di Belanda yang dibuat pada masa pemerintahan Belanda masih terlihat mengkilap.

24.  Ada lagi nih Ngalamers Hotel yang menjadi hotel egendariss dan hotel tertua di Malang, Splendid Inn Hotel. Splendid Inn telah berdiri sejak tahun 1973 dan sampai kini hotel ini, masih menjadi penginapan favorit karena lokasinya yang berada di pusat Kota Malang. Nama Splendid berasal dari bahasa Belanda yang dahulu pada masa kolonial Belanda pernah dipakai sebagai nama sebuah hotel di depan hotel yang sekarang. Hotel Splendid masa kolonial ini dibangun pada 1923 atas jasa kantor arsitek Smits-Kooper.

23. GPIB Immanuel merupakan gereja tertua yang berdiri sejak tahun 1861, Gereja ini termasuk salah satu cagar budaya juga loh Ngalamers. Selain tercatat sebagai gereja tertua di Kota Malang, GPIB Immanuel juga menyimpan Alkitab berusia hampir 400 tahun, dua alkitab tersimpan rapi di sebuah lemari dalam gereja dan Alkitab yang dicetak pada tahun 1618 itu masih utuh dan jelas terbaca.

22. KNIP merupakan badan pembantu presiden yang beranggotakan tokoh-tokoh masyarakat dari berbagai golongan dan daerah bahkan sebagian besar juga mantan anggota PPKI. Kota Malang terpilih menjadi tempat dilangsungkannya sidang pleno KNIP kelima, dan Gedung yang memenuhi syarat untuk dijadikan tempat sidang KNIP yaitu Gedung Rakyat (pada masa Belanda dinamakan Sociteit Concordia) yang terletak di sebelah utara alun-alun Kota Malang. Tetapi Gedung Rakyat itu akhirnya dibumihanguskan pada saat terjadi Agresi Militer Belanda II. Pada saat sidaang KNIP di Malang itu ternyata menarik perhatian dari dalam maupun luar negeri, dari yang sebelumnya diperkirakan akan dihadiri hanya 1.000 orang, tetapi ternyata yang datang mencapai 2.500 orang.

21. Jurnalis di Malang yang tergabung dalam Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Malang Raya, akan segera meluncurkan dan siap go international Film dokumenter berjudul Arema Identity; 2nd Religion (Arema Agama Kedua), Ngalamers. Film yang mengulas tentang  Arema sudah menjadi “agama kedua” bagi para suporter Arema Cronus, yakni Aremania, dan masyarakat Malang pada umumnya yang ada di seluruh Indonesia, bahkan penjuru dunia. Selain itu, film tersebut juga membawa pesan perdamaian antarsuporter sepak bola di Tanah Air dan mengedukasi suporter melalui film.

20. Museum Mpu Purwa yang berada di Komplek Perumahan Griyashanta adalah sebuah museum yang digunakan untuk menyimpan benda-benda bersejarah yang ada di Kota Malang. Koleksinya meliputi peninggalan jaman Kerajaan Kanjuruhan pada abad VIII M hingga masa Kerajaan Majapahit di abad XVI M.

19. Museum Zoologi Frater Vianney terletak di Desa Karangwidoro, Malang, Jawa Timur. Museum zoologi ini memiliki ratusan koleksi spesimen konkologi, ilmu hewan kerang-kerangan darat dan laut, serta herpetologi (ilmu tentang biologi ular). Ratusan koleksi itu sudah terklasifikasi secara lengkap.

18. Perpustakaan Umum dan Arsip Kota Malang atau yang lebih dikenal dengan Perpus Kota menyediakan berbagai maBuku-buku yang disediakan pun bermacam-macam. Mulai dari buku cerita anak-anak, komik, novel, buku pelajaran sekolah, buku-buku pengetahuan umum, ensiklopedia, kamus, dll. cam buku yang bisa Ngalamers baca. Perpus Kota terletak di Jl. Ijen 30A, Malang.

17. Sejak tahun 70an, Kota Malang telah menjadi barometer musik rock nasional. Salah satu band rock yang terkenal adalah Bentoel Rock Band yang personelnya adalah Mickey Jaguar, Ian Antono, Teddy Sudjaya, Fuad dan Silvia Sartje. Band ini memainkan lagu-lagu milik band rock luar negeri, seperti Rolling Stones, Led Zeppelin dan Deep Purple.

16. Venue yang sering menjadi tempat konser band-band asal Malang maupun nasional adalah GOR Pulosari. Bahkan, tempat ini dianggap ‘angker’ bagi band-band yang manggung disana. Apabila penonton tidak puas dengan penampilan grup band yang tampil, maka mereka akan melemparkan apa saja ke atas panggung. Band sekelas Godbless pun tidak luput dari aksi massa ini. Saat mereka tampil pada tahun 1979, penampilan mereka dianggap tidak memuaskan dan penonton pun mengamuk.

15. Cikal bakal kawasan Pasar Besar Malang sudah ada sejak sebelum tahun 1900. Awalnya, kawasan ini bernama Pasar Pecinan yang berasal dari nama jalannya yaitu Chineeschestraat. Dahulu disini banyak terdapat pasar dan toko-toko kecil yang akhirnya dikembangkan pada tahun 1914 oleh pemerintah kota.

14. Makam Sukun adalah makam Eropa dan Kristen pertama yang ada di Kota Malang. Makam seluas 10 hektar ini merupakan tempat persemayaman terakhir orang dari berbagai bangsa, antara lain Jepang, Belanda, Jerman, China, Inggris, Korea, dll. Salah satu orang terkenal yang dimakamkan disini adalah Dolira Advonso Chavid yang disebut-sebut sebagai pendiri Gang Dolly Surabaya.

13. Kota Malang terkenal sebagai daerah dengan tingkat keamanan yang tinggi karena dikelilingi oleh markas angkatan bersenjata. Karena itu pula Kota Malang sempat menjadi nominasi ibukota negara Indonesia pada tahun 1954.

12. Pada peristiwa bumi hangus yang terjadi tahun 1947, keadaan Kota Malang sempat kacau balau. Bahkan, pemerintahan kota pun sempat mengungsi ke Bantur, Malang Selatan selama empat tahun kemudian. Pada peristiwa tersebut Balaikota sempat dibakar oleh pejuang Indonesia.

11. Nama Rumah Sakit Lavalette berasal dari pemilik klinik, yaitu G.Gh. Renardel De Lavalette. Beliau bersama yayasan pengusaha perkebunan besar di Malang, Stichting Malangsche Ziekenverpleging, mendirikan klinik ini pada tahun 1918.

10. Kota Malang masuk lima terbaik kualitas udara pada 2014 untuk kategori kota besar dan metropolitan, Ngalamers.

09. Menyambut berlakunya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015, tukang becak dan pengemudi travel di Kota Malang, dibekali kemampuan berbahasa Inggris, Ngalamers.

08. Stasiun Malang (ML) merupakan stasiun kereta api yang terletak di Klojen, Malang, Jawa Timur. Stasiun yang terletak pada ketinggian kira-kira 444 meter dari permukaan laut ini merupakan stasiun kereta api terbesar di Kota Malang dengan dua belas jalur aktif.

07. Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA) Malang, sukses melakukan operasi cangkok ginjal atau transplantasi ginjal pertama di Jatim bagi pasien peserta BPJS, Ngalamers.

06. Galeri Malang Bernyanyi (GMB) adalah sebuah organisasi sosial yang didirikan pada tanggal 8 Agustus 2009 di Malang. Dengan Visi, turut memelihara sejarah perjalanan Musik Indonesia yang dibentuk melalui misi pengumpulan koleksi rekaman, data tulis, poster ataupun buklet musik Indonesia. Bernama lain Museum Musik Indonesia (MMI), hingga Maret 2013 telah terkumpul sekitar 8500 koleksi yang sebagian besar berupa kaset, piringan hitam, CD termasuk rekaman dari mancanegara. Koleksi tersimpan di Graha GeMB Perum Griya Shanta Blok G No 407 Malang. Kota Malang patut berbangga, karena MMI meruapak museum musik pertama di Indonesia.

05. Toko Lido, adalah salah satu toko mainan legendaris di Kota Malang yang tetap mempertahankan gaya arsitektur kolonial. Berada di sudut perempatan Kayutangan Jl. Basuki Rahmat), Toko Lido saat ini hanya menjual mainan anak-anak yang bersifat ‘kekinian’. Tak ada mainan klasik yang dipajang di etalase.

04. Sungguh beruntung Kota Malang memiliki enterpreneur muda seperti dr. Gamal Albinsaid. Klinik Asuransi Sampah yang ia gagas melalui organisasi Indonesia Medika telah memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan primer, cukup membayar dengan sampah. Atas prestasinya, dr. Gamal Albinsaid mendapatkan penghargaan Sustainable Living Young Entrepreneurs Awards dari Pangeran Charles di Istana Buckingham, Inggris pada (31/1/2014).

03. Depot bergaya tempo dulu ‘Hok Lay’. Berada di Jl. KH Ahmad Dahlan, spesialis Lumpia Semarang & Cwiemie ini berdiri sejak 1946. Hingga sekarang gaya arsitektur & penyajian klasiknya masih dipertahankan, Ngalamers. Jangan lupa icip The Authentic Fosco-nya yang melegenda.

02. Bank Sampah Malang (BSM). Didirikan pada 2011, menjadi salah satu inovasi yang digagas pemkot untuk mengatasi masalah sampah di Kota Malang. Setiap harinya, ada 3,5 ton sampai 4,5 ton sampah yang masuk dan dikelola tanpa harus masuk ke TPA Supit Urang. Jumlah nasabah bank sampah pada 2015 ini sudah mencapai 25.000 orang, Ngalamers. Dari hasil tabungan sampah, nasabah bisa membayar listrik hingga asuransi kesehatan.

01. Pada peringatan 100 Tahun Kota Malang tahun 2014 kemarin, tema yang dipilih oleh Pemkot Malang adalah “Dengan semangat satu abad Kota Malang kita wujudkan masyarakat ceria, cerdas, dan cemerlang menuju kota yang bermartabat”

 sumber : http://halomalang.com/serba-serbi/101-pernik-tentang-kota-malang

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *